اللهم اجعل في قلبي نورا ، وفي سمعي نورا ، وفي بصري نورا ، وعن يميني نورا ، وعن شمالي نورا ، ومن بين يدي نورا ، ومن خلفي نورا ، ومن فوقي نورا ، ومن تحتي نورا ، واجعل لي نورا ، وأعظم لي نوراSelamat Datang Ke Suara Rakyat FM بِسْمِ اللَّهِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ أَصْـبَحْنا وَأَصْـبَحَ المُـلْكُ لله وَالحَمدُ لله ، لا إلهَ إلاّ اللّهُ وَحدَهُ لا شَريكَ لهُ، لهُ المُـلكُ ولهُ الحَمْـد، وهُوَ على كلّ شَيءٍ قدير ، رَبِّ أسْـأَلُـكَ خَـيرَ ما في هـذا اليوم وَخَـيرَ ما بَعْـدَه ، وَأَعـوذُ بِكَ مِنْ شَـرِّ هـذا اليوم وَشَرِّ ما بَعْـدَه، رَبِّ أَعـوذُبِكَ مِنَ الْكَسَـلِ وَسـوءِ الْكِـبَر ، رَبِّ أَعـوذُبِكَ مِنْ عَـذابٍ في النّـارِ وَعَـذابٍ في القَـبْر ...بِسْمِ اللَّهِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Sunday, April 13, 2014

Kenali Mantan Rapper Jerman ni ..




SURIAH (voa-islam.com) – Jumat (11/04/14) sebuah video diunggah di You Tube yang berdurasi 06:40 menit. Video tersebut menayangkan seorang yang terkenal, mantan rapper Jerman, Deso Dogg aka Abu maleeq aka Abu Talha al-Almani.

Pada awal video tersebut, terlihat Abu Talha dimintai testimoni tentang kedatangannya di markaz Daulah Islam Irak dan Syam. “Sudah dua tahun saya telah sampai di rumah” tutur Abu Talha. Ia menganggap bahwa bumi jihad adalah rumahnya dan mengatakan bahwa selama 35 ia tinggal di negri kafir. Nampak pula di akhir video, Abu Talha mengatakan bahwa ia berada di Raqqa.

Lalu video tersebut meneruskan dengan proses berbaiatnya Abu Talha al-Almani kepada Syaikh Abu Bakr al-Baghdadi melalui Syaikh Ayman al-Iraqi. Abu Talha menganggap bahwa hal ini (membaiat Daulah Islam Irak dan Syam) adalah langkah yang lebih maju bagi dirinya, saudara seiman dan kaum muslimin.

“Semoga Allah menerima ini. Saya berbaiat kepada Daulah Islam Irak dan Syam. Sekaligus memberitahukan kepada orang-orang dan muslim bahwa kami menerapkan syari’at. Kami akan bebaskan tanah Syam in sya Allah, sebagaimana kami bebaskan tanah Irak. Dan kamiakan bergerak menuju Al-Quds atas izin Allah” lalu ia melanjutkan “Saya membaiat Syaikh Abub Bakr al-Baghdadi al-Qurasy al-Baghdadi di atas mendengar dan taat dalam keadaan suka dan tidak senang, dalam keadaan mudah maupun sulit. Mengutamakannya di atas diriku. Dan saya tidak mencabut kekuasaan darinya kecuali setelah saya melihat kekafiran yang ada penjelasannya dari Allah”.[Simber]

No comments:

Post a Comment